
Kegiatan ini diikuti oleh 14 provinsi yaitu Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, Dki Jakarta, Sulawesi Utara, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara, Gorontalo Dengan jumlah 98 artikel. Hal ini merupakan tradisi baru bagi kami, menjadi tradisi akademik yang positif sebagai aktualisasi dalam bidang keilmuan, ungkap Rivaldy Ketua umum HIMA PEKOM dalam laporannya.
Ketua Program Studi Dr. Onny Fitriana S, M.Pd pada sambutannya menyampaikan bahwa kita harus terus mengupgrade diri, salah satunya melalui kegiatan luar kelas seperti seminar nasional ini yang menjadi ajang peningkatan pengetahuan dan wawasan.
Kegiatan seminar Nasional dan call For paper menjadi mimbar akademik nilai-nilai kebenaran, nilai penting dan perlu diapresiasi. Makin banyak mahasiswa yang menulis, menandakan Mahasiswa memiliki kesadaran akademik. kultur akademik ini diharapkan dapat terus bejalan dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, ungkap Wakil dekan III FKIP Drs. Hari Naredi, M.Pd dalam sambutan dan membuka kegiatan.
Dekan FKIP UHAMKA Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd mengungkapkan bahwa kegiatan ini penting dan strategis, seminar nasional dan call for paper menjadi penting dalam mengembangkan talenta dan potensi mahasiswa dalam bidang menulis dan menuangkan gagasan, melaui bahasan tema yang ditawarkan menjadi isu yang hangat saat ini mengingat adanya perubahan dalam kehidupan.
Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd dalam paparan keynote nya menyampaikan bahwa, perubahan kehidupan berkat kemajuan teknologi, merubah tatanan kehidupan. Merubah pola ruang dan waktu sehingga dunia tidak Kembali bersekat. Perkembangan globalisasi memberikan dampak pada nasionalisme, ekonomi dan sektor kehidupan lainnya. Era perkembangan teknologi dalam lanskap industry 4.0 mendorong manusia melampuai batas-batas kehidupan. 5.0 perlu berpusat pada manusia dan mengakomodasi perkebangan zaman untuk merespon dari dampak negatif pada revolusi 4.0 dan membangun kultur teknologi sebagai alat untuk memelihara kesadaran sosial dan diaktualisasi dalam kehidupan. Generasi Z perlu untuk terus melakukan inovasi dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Isu bonus dmeografi dan 1 abad kemerdekaan menjadi motivasi kepada diri untuk terus menjadi lokomotif pengerak dalam kehidupan, maka bangun kesadaran, tumbuhkan rasa tanggung jawab dan lakukan yang terbaik untuk kehidupan, tutup Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd.
Pada seminar ini juga mengahadirkan narasuber dari elemen mahasiswa yakni, Mohammad Faiz Fajrurrahman (Kabid Pendidikan IMAPESI dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka), Muslimah (Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat) dan Dwi Wahyuni (Sekretaris Umum IMAPESI dan Mahasiswa Universitas Lampung). Semua merupakan komponen mahasiswa, dan ini menjadi bagian upaya untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda dalam menyampaikan gagasannya dalam mimbar akademik, ungkap Sherly Oktavia sebagai ketua pelaksana.